contoh cerpen bahasa jawa tentang persahabatan
1. contoh cerpen bahasa jawa tentang persahabatan
kalau nggak salah tentang konco sejati
2. Berikan Contoh Cerpen tentang Persahabatan dengan menggunakan Bahasa Jawa yang dialami oleh kisah nyata persahabatan tersebut
Jawaban:
sangkuriang maaf klo salah
3. buatlah cerpen bahasa Jawa dengan tema konco akrab ( sahabat )
"Nalika ica lagi wae mlebu SMA. mbiyen ica sekolah ana ing SMP 3 KarangAnom.Nanging saiki dewekeh munggah SMA,sekolahe ing SMA KarangAsem.Nang SMA deweke oleh kenalan konco soko SMP sak kabupaten KarangAnom. MAAF SEGINI AJA SOALNYA BINGUNG!!
4. Anak SekolahRajin BelajarHari Senin yang cerah. Setelah anak-anak upacara bendera, mereka menuju kelasnya masing masing untuk mendapat mata pelajaran dari guru. Hari ini ada mata pelajaran matematika, Bahasa indonesia, Bahasa Jawa, dan PPKN.Mata pelajaran pertama adalah matematika. Ibu guru menyuruh untuk mengerjakan halaman 5 sampai 6. Suasana kelas nampak hening ketika para siswa sedang mengerjakan soal. Kemudian setelah selesai, bu guru berpesan untuk mempelajari materi perkalian dan pembagian dengan soal cerita karena sewaktu-waktu bisa diadakan tes dadakan.Setelah selesai mendapat pelajaran di sekolah, para siswa pulang. Tika, Dwi, dan Rima pulang bersama jalan kaki karena jarak rumah mereka yang tak jauh dari sekolahan.“Habis makan siang nanti kita bermain yuk. Di rumahku ada boneka baru yang dibelikan ibuku dari Bandung.” Pinta Rima pada kedua sahabatnya.“Asyik.” Ucap Dwi dengan penuh kegembiraan.“Gimana, Tik, kamu bisa ikut tidak?”“Aku tidak ikut saja. Mau belajar di rumah karena tadi kan ibu guru berpesan untuk belajar karena siap-siap jika ada tes dadakan.” Sanjang Tika dengan polosnya.Sesampai di rumah masing-masing, Tika langsung ganti baju, makan siang, solat, kemudian istirahat siang sehingga malamnya dia bisa belajar dengan tenang dan konsentrasi. Sesekali dia bertanya kepada kakaknya jika kurang paham dengan materi di buku.Sedangkan Dwi dan Rima bermain boneka sampai larut sehingga tidak sempat mempelajari materi. Keesokan harinnya mereka berangkat bersama dan sesampai di kelas ternyata memang ada tes dadakan. Dwi dan Rima merasa kesulitan dalam mengerjakan soal dan akhirnya nilainya jelek sehingga harus mengulang tes susulan.Lain halnya dengan Tika. Dia mendapat nilai terbaik di kelas karena dia sudah belajar dengan rajin sesuai nasehat gurunya. Ibu guru meminta agar Dwi dan Rima belajar dengan temannya, Tika.“Wah, Tik, selamat ya, nilaimu 10. Besok kita ikut belajar denganmu ya.” ucap Rima pada Tika.Soalnya apa gagasan pokok dari cerpen diatas
Jawaban:
Hari Senin yang cerah. Setelah anak-anak upacara bendera, mereka menuju kelasnya masing masing untuk mendapat mata pelajaran dari guru. Hari ini ada mata pelajaran matematika, Bahasa indonesia, Bahasa Jawa, dan PPKN.
maaf kalo salah
5. Tema:Rajin BelajarHari Senin yang cerah. Setelah anak-anak upacara bendera, mereka menuju kelasnya masing masing untuk mendapat mata pelajaran dari guru. Hari ini ada mata pelajaran matematika, Bahasa indonesia, Bahasa Jawa, dan PPKN.Mata pelajaran pada jam pertama adalah matematika. Ibu guru tidak memberikan materi baru hari ini, tetapi latihan mengerjakan soal. Setelah ibu guru membagikan kertas latihan, Suasana kelas nampak hening. Nampak anak - anak sedang antusias mengerjakan latihan soal yg diberikan oleh guru. Semangat tetap ada meskipun sebelumnya telah melaksanakan upacara bendera.Setelah selesai mendapat pelajaran di sekolah, para siswa pulang. Tika, Dwi, dan Rima pulang bersama jalan kaki karena jarak rumah mereka yang tak jauh dari sekolahan.“Habis makan siang nanti kita bermain yuk. Di rumahku ada boneka baru yang dibelikan ibuku dari Bandung.” Pinta Rima pada kedua sahabatnya.“Asyik.” Ucap Dwi dengan penuh kegembiraan.“Gimana, Tik, kamu bisa ikut tidak?”“Aku tidak ikut saja. Mau belajar di rumah karena tadi kan ibu guru berpesan untuk belajar karena siap-siap jika ada tes dadakan.” Sanjang Tika dengan polosnya.Sesampai di rumah masing-masing, Tika langsung ganti baju, makan siang, solat, kemudian istirahat siang sehingga malamnya dia bisa belajar dengan tenang dan konsentrasi. Sesekali dia bertanya kepada kakaknya jika kurang paham dengan materi di buku.Sedangkan Dwi dan Rima bermain boneka sampai larut sehingga tidak sempat mempelajari materi. Keesokan harinnya mereka berangkat bersama dan sesampai di kelas ternyata memang ada tes dadakan. Dwi dan Rima merasa kesulitan dalam mengerjakan soal dan akhirnya nilainya jelek sehingga harus mengulang tes susulan.Lain halnya dengan Tika. Dia mendapat nilai terbaik di kelas karena dia sudah belajar dengan rajin sesuai nasehat gurunya. Ibu guru meminta agar Dwi dan Rima belajar dengan temannya, Tika.“Wah, Tik, selamat ya, nilaimu 10. Besok kita ikut belajar denganmu ya.” ucap Rima pada Tika.*soal*1.Tentukan struktur teks cerpen diatas.2.tentukan unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik teks cerpen diatas.bisa bantu jawab, soalnya jam 23.30 terakhir
Maaf klo ngasih soal tuh ya satu satu aja kak..jgn semua sekaligus..kita dibrainly cuma ingin membantu..tapi kalo segini banyak nya dan poin tetep segitu mana mau orang jawab ? ^__^ maaf skali lagi gak bisa bantu mohon untuk tidak direport hanya sekedar pemberitahuan ^_^
6. Cermati penggalan teks cerpen Macan Lapar karya Danarto berikut ini! Ketika saya membtaca SMS dari sahabat saya William John dari California bahwa ia akan datang ke Solo untuk mencari Putri Solo yang gaya berjalannya seperti Macan Lapar, saya terbahak. Ketika ia melanjutkan SMS-nya bahwa jika ia tidak menemukan seorang Putri Solo yang Macan Lapar itu, dalam bahasa Jawa: Macan Luwe, berarti saya menyembunyikannya. Lagi-lagi saya terbahak. Peristiwa rencana kedatangan John di Kota Solo dijelaskan dalam kalimat.... pilih salah satu jawaban di bawah.... 1. Kehidupan John di kota Solo.2. Makanan kesukaan John.3. Tempat tinggal John di Solo.4.John sebagai dosen arkeologi budaya di ISI.5. Kedatangan John di kota Solo.
klo kataku sih jwbannya yg nomor 5
7. Jawablah dengan singkat dan jelas!1. Struktur isi teks cerpen yang berfungsi sebagaipengenalan tokoh, lata serta masalah yangdialaminya disebut ...2. Cermati kutipan cerpen berikut ini!Ketika saya membaca SMS dari sahabat sayaWilliam John dari Caifornia bahwa ia akan datangke Solo untuk mencari Putri Solo yang gayaberjalannya seperti Macan Lapar, saya terbahak.Ketika ia melanjutkan SMS-nya bahwa jika iatidak menemukan seorang Putri Solo yangMacan Lapar itu, dalam bahasa Jawa: MacanLuwe, berarti saya menyembunykannya. Lagi-lagi saya terbahak ( cerpen “Macan Lapar" kayaDanarto)Tuliskan siapa tokoh utama dalam kutipan ceritapendek di atas!3. Tuliskan 7 unsur-unsur cerita pendek!4. Tuliskan 3 struktur teks tanggapan dan jelaskan!5. Keunikan ini mungkin hanya dimiliki olehAffandi, sebagai cara sudut pandang dia dalamberekspresi, d mana kualitas imajinasinyasebagai seorang pelukis maestro ternama.Tuliskan struktur dari teks tanggapan di atas!
Jawaban:
1. Orientasi
2. Cerpen itu ditulis berdasarkan sudut pandang penulis, atau POV (Point of View), jadi tokoh utamanya adalah penulis itu sendiri.
3. 1). Latar Tempat
2) Latar Waktu
3) Sudut pandang penceritaan
4) Kutipan cerpen
5) Karakter atau tokoh
6) Alur/plot
7) ??
4. -Konteks: Apa yg ditanggapi, dimana, kapan peristiwa terjadi. Bahasa yg digunakan adalah bahasa deskriptif
-Deskripsi: Apa dan bagaimana sesuatu diciptakan atau terealisasi atau dihasilkan. Bahasa yg digunakan adalah bahasa deskriptif
-Penilaian: Apa yg kita pikirkan tentang sesuatu itu, bagaimana pendapat kita. Kata-kata yg mengungkapkan penilaian (pujian atau kritik)
5. Teks diatas adalah bagian dari struktur teks tanggapan yaitu penilaian, karna terdapat kata pujian diteks tersebut.
Penjelasan:
8. 1. Buku yang berisi kisahan atau cerita yang dibuat berdasarkan khayalan atau imajinasi pengarang. Pernyataan tersebut merupakan pengertian dari…. a. Buku b. Buku fiksi c. Buku nonfiksi d. Buku pengayaan2. Buku nonfiksi dibuat berdasarkan…., realita atau hal-hal yang benar-benar terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. a. Opini b. Pendapat c. Pandangan seseorang d. Fakta3. Salah satu contoh dari buku nonfiksi adalah…. a. Buku biografi b. Cerpen c. Novel d. Puisi4. Ada banyak jenis buku di Indonesia. Mulai dari buku fiksi yang menghibur hingga buku nonfiksi yang banyak memberikan …. bagi para pembacanya. a. Pengetahuan b. Nilai kehidupan c. Pelajaran hidup d. Motivasi5. Setiap pembaca diberi kebebasan untuk menikmati setiap karya, baik buku fiksi maupun nonfiksi yang disesuaikan dengan…. a. Hobi dan kebutuhan b. Kebutuhan c. Hobi d. Peluang6. Buku nonfiksi lebih populer di kalangan pembaca yang tidak terlalu hobi membaca, karna mereka membeli buku-buku tersebut terdesak oleh…. a. Minat baca b. Keutuhan dan pengetahuan c. Keinginan d. Kemauan untuk membaca7. Berikut ini termasuk jenis-jenis buku fiksi, kecuali…. a. Buku motivasi b. Novel c. Cerpen d. Drama8. Baik buku fiksi maupun nonfiksi memiliki tujuan sendiri untuk disampaikan kepada pembacanya, seperti saat membaca buku budidaya akan memberikan keterampilan khusus kepada…. a. Masyarakat b. Pembacanya c. Pendengar d. Penulis9. Kegiatan mengkaji struktur dan bahasa teks secara mendalam. Pernyataan tersebut merupakan definisi dari…. a. Membaca b. Mengabtraksi c. Menganalisis d. MenelaahPerhatikan kutipan biografi berikut!10. Raden Ajeng Kartini atau lebih dikenal dengan Ibu katini merupakan keturunan keluatga terpandang Jawa. Dia lair 21 April 1879, di mana adat istiadat masih kukuh dipegang oleh masyarakat, termasuk keluarganya. Satu hal yang diwariskan dari keluarganya adalah pendidikan.Kutipan biografi R.A Kartini tersebut termasuk bagian dari…. a. Orientasi b. Permasalahan c. Puncak konflik d. Peristiwa dana masalah11. Berikut yang termasuk bagian reorientasi pada kutipan-kutipan biografi R.A. Kartini adalah…. a. Raden Ajeng Kartini atau lebih dikenal Ibu Kartini merupakan keturunan keluarga terpandang Jawa. Dia lahir 21 April 1879, dimana adat istiadat masih kukuh dipegang oleh masyarakat, termasuk keluarganya. b. Kartini menghabiskan sebagian besar waktunya untuk membaca buku ilmu pengetahuan. Kesukaannya membaca ini berubah menjadi rutinitas harian. Bahkan, dia tidak segan untuk bertanya kepada ayahnya bila ada hal yang tidaj dimengertinya. Lambat laun pengetahuannya bertambah dan wawasannya pun meluas. c. Dalam pandangannya, wanita tidak hanya harus bisa urusan “belakang” rumah tangga saja. Lebih dari itu, wanita juga harus punya wawasan dan ilmu yang luas. Dia pun mulai bergerak mengumpulkan teman-teman wanitanya untuk diajari baca tulis dan pengetahuan lainnya. Makin hari, Kartini makin disibukkan dengan aktifitas membaca dan mengajarnya. d. Sesuai keppres No. 10 Tahun 1964 pada 2 Mei 1964, Kartini resmi degelari pahlawan nasional oleh pemerintah Indonesia. Keppres ini juga menetapkan tanggal 21 April sebagai Hari Kartini.12. Setiap buku, baik fiksi maupun nonfiksi yang sudah dibaca dapat kamu analisis berdasarkan…. a. Struktur dan kebahasaan b. Nilai dan kehidupan c. Intrinsik dan ekstrinsik d. Kebahasaan dan unsurPerhatikan kutipan cerpen berikut!13. Sehabis menggendong Tamara punggungku rasanya ingin copot. Bener juga kata Tamara badannya berat. Tapi, tidak apalah daripada sahabat aku Tamara gak pulang ke rumah. Nilai yang terkandung Dari kutipan cerpen tersebut adalah…. a. Nilai pendidikan b. Nilai buadaya c. Nilai sosial d. Nilai agama14. Berbagai jenis buku fiksi dan nonfiksi dapat kita replikasi dalam bentuk…. a. Artikel b. Sinopsis c. Resensi d. Prosa15. Resensi adalah kegiatan untuk mengulas atau menilai sebuah…. a. Keterampilan b. Karya c. Kerajianan d. Nilai
Jawaban:
1. B
2. D
3. A
4. B
5. A
6. B
7. A
8. A
9. B
10. C
#Jika ini dapat membantumu, jadikanlah sebagai jawaban tercerdas dgn mengklik gmbr mahkota.
Penjelasan:
B D A D A B A B C A D C C C B
9. Buatlah teks drama dari cerpen di bawah ini !!! CERPEN RAJIN BELAJAR Hari Senin yang cerah. Setelah anak-anak upacara bendera, mereka menuju kelasnya masing masing untuk mendapat mata pelajaran dari guru. Hari ini ada mata pelajaran matematika, Bahasa indonesia, Bahasa Jawa, dan PPKN. Mata pelajaran pertama adalah matematika. Ibu guru menyuruh untuk mengerjakan halaman 5 sampai 6. Suasana kelas nampak hening ketika para siswa sedang mengerjakan soal. Kemudian setelah selesai, bu guru berpesan untuk mempelajari materi perkalian dan pembagian dengan soal cerita karena sewaktu-waktu bisa diadakan tes dadakan. Setelah selesai mendapat pelajaran di sekolah, para siswa pulang. Tika, Dwi, dan Rima pulang bersama jalan kaki karena jarak rumah mereka yang tak jauh dari sekolahan. "Habis makan siang nanti kita bermain yuk. Di rumahku ada boneka baru yang dibelikan ibuku dari Bandung." Pinta Rima pada kedua sahabatnya. "Asyik
Jawaban:
1. Tema nya anak sekolah
2. Tokohnya ibu guru, Tika, Dwi dan Rima
3. Penokohan nya yaitu
ibu guru antisipatif
Tika tekun, taat beribadah
Dwi dan Rima malas
4. Alur maju karena ceritanya runtut dari awal sampai akhir
5. Latar nya sekolah, dan rumah
6. Gaya bahasanya adalah gaya bahasa cerpen pada umumnya
7. Sudut pandangnya yaitu sudut pandang orang ketiga, karena penulis menceritakan semua tokohnya dari sudut pandang penulis itu sendiri
8. Amanatnya kita harus menyelesaikan tugas utama kita sebelum melakukan pekerjaan yang lain
semoga membantu :)
Penjelasan:
10. Aaa...... Tolongg.......kak tolong ini di jelaskan mana mana aja yg unsur intrinsik cerpenTemanya apa..Latarnya apa...dst...Ini CeritanyaGak banyak koknikmati ceritanyaRajin BelajarHari Senin yang cerah. Setelah anak-anak upacara bendera, mereka menuju kelasnya masing masing untuk mendapat mata pelajaran dari guru. Hari ini ada mata pelajaran matematika, Bahasa indonesia, Bahasa Jawa, dan PPKN.Mata pelajaran pertama adalah matematika. Ibu guru menyuruh untuk mengerjakan halaman 5 sampai 6. Suasana kelas nampak hening ketika para siswa sedang mengerjakan soal. Kemudian setelah selesai, bu guru berpesan untuk mempelajari materi perkalian dan pembagian dengan soal cerita karena sewaktu-waktu bisa diadakan tes dadakan.Setelah selesai mendapat pelajaran di sekolah, para siswa pulang. Tika, Dwi, dan Rima pulang bersama jalan kaki karena jarak rumah mereka yang tak jauh dari sekolahan.“Habis makan siang nanti kita bermain yuk. Di rumahku ada boneka baru yang dibelikan ibuku dari Bandung.” Pinta Rima pada kedua sahabatnya.“Asyik.” Ucap Dwi dengan penuh kegembiraan.“Gimana, Tik, kamu bisa ikut tidak?”“Aku tidak ikut saja. Mau belajar di rumah karena tadi kan ibu guru berpesan untuk belajar karena siap-siap jika ada tes dadakan.” Sanjang Tika dengan polosnya.Sesampai di rumah masing-masing, Tika langsung ganti baju, makan siang, solat, kemudian istirahat siang sehingga malamnya dia bisa belajar dengan tenang dan konsentrasi. Sesekali dia bertanya kepada kakaknya jika kurang paham dengan materi di buku.Sedangkan Dwi dan Rima bermain boneka sampai larut sehingga tidak sempat mempelajari materi. Keesokan harinnya mereka berangkat bersekolahRajin BelajarHari Senin yang cerah. Setelah anak-anak upacara bendera, mereka menuju kelasnya masing masing untuk mendapat mata pelajaran dari guru. Hari ini ada mata pelajaran matematika, Bahasa indonesia, Bahasa Jawa, dan PPKN.Mata pelajaran pertama adalah matematika. Ibu guru menyuruh untuk mengerjakan halaman 5 sampai 6. Suasana kelas nampak hening ketika para siswa sedang mengerjakan soal. Kemudian setelah selesai, bu guru berpesan untuk mempelajari materi perkalian dan pembagian dengan soal cerita karena sewaktu-waktu bisa diadakan tes dadakan.Setelah selesai mendapat pelajaran di sekolah, para siswa pulang. Tika, Dwi, dan Rima pulang bersama jalan kaki karena jarak rumah mereka yang tak jauh dari sekolahan.“Habis makan siang nanti kita bermain yuk. Di rumahku ada boneka baru yang dibelikan ibuku dari Bandung.” Pinta Rima pada kedua sahabatnya.“Asyik.” Ucap Dwi dengan penuh kegembiraan.“Gimana, Tik, kamu bisa ikut tidak?”“Aku tidak ikut saja. Mau belajar di rumah karena tadi kan ibu guru berpesan untuk belajar karena siap-siap jika ada tes dadakan.” Sanjang Tika dengan polosnya.Sesampai di rumah masing-masing, Tika langsung ganti baju, makan siang, solat, kemudian istirahat siang sehingga malamnya dia bisa belajar dengan tenang dan konsentrasi. Sesekali dia bertanya kepada kakaknya jika kurang paham dengan materi di buku.Sedangkan Dwi dan Rima bermain boneka sampai larut sehingga tidak sempat mempelajari materi. Keesokan harinnya mereka berangkat bersama dan sesampai di kelas ternyata memang ada tes dadakan. Dwi dan Rima merasa kesulitan dalam mengerjakan soal dan akhirnya nilainya jelek sehingga harus mengulang tes susulan.Lain halnya dengan Tika. Dia mendapat nilai terbaik di kelas karena dia sudah belajar dengan rajin sesuai nasehat gurunya. Ibu guru meminta agar Dwi dan Rima belajar dengan temannya, Tika.“Wah, Tik, selamat ya, nilaimu 10. Besok kita ikut belajar denganmu ya.” ucap Rima pada Tika.
Jawaban:
Tema: Pendidikan
Tokoh:
-Tika
-Rima
-Dwi
Penokohan:
-Tika: Rajin, dapat mengatur waktu
-Rima: Pemalas
-Dwi: Pemalas, mudah terpengaruh temannya
Alur:
Tahap Perkenalan: Paragraf 1-3
Tahap permunculan konflik: Paragraf 4-5
Tahap adanya konflik: 6-7
Tahap penyelesaian: 8-12
Latar:
L.Waktu: Pagi dan sore
L.Tempat:Sekolah dan jalanan (perjalanan Tika dkk pulang)
L.Suasana:?(maapyginisayabingungjuga:()
SudutPandang:Orang ketiga serba tahu
AmanatatauPesan:Janganlah kamu terpengaruh hal yang tidak baik dari teman mu.
HEEEEIIIII MAAP KALAU SALAAHH:(((
MAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAP:((
Semoga membantu:'))
11. Tema:Rajin BelajarHari Senin yang cerah. Setelah anak-anak upacara bendera, mereka menuju kelasnya masing masing untuk mendapat mata pelajaran dari guru. Hari ini ada mata pelajaran matematika, Bahasa indonesia, Bahasa Jawa, dan PPKN.Mata pelajaran pada jam pertama adalah matematika. Ibu guru tidak memberikan materi baru hari ini, tetapi latihan mengerjakan soal. Setelah ibu guru membagikan kertas latihan, Suasana kelas nampak hening. Nampak anak - anak sedang antusias mengerjakan latihan soal yg diberikan oleh guru. Semangat tetap ada meskipun sebelumnya telah melaksanakan upacara bendera.Setelah selesai mendapat pelajaran di sekolah, para siswa pulang. Tika, Dwi, dan Rima pulang bersama jalan kaki karena jarak rumah mereka yang tak jauh dari sekolahan.“Habis makan siang nanti kita bermain yuk. Di rumahku ada boneka baru yang dibelikan ibuku dari Bandung.” Pinta Rima pada kedua sahabatnya.“Asyik.” Ucap Dwi dengan penuh kegembiraan.“Gimana, Tik, kamu bisa ikut tidak?”“Aku tidak ikut saja. Mau belajar di rumah karena tadi kan ibu guru berpesan untuk belajar karena siap-siap jika ada tes dadakan.” Sanjang Tika dengan polosnya.Sesampai di rumah masing-masing, Tika langsung ganti baju, makan siang, solat, kemudian istirahat siang sehingga malamnya dia bisa belajar dengan tenang dan konsentrasi. Sesekali dia bertanya kepada kakaknya jika kurang paham dengan materi di buku.Sedangkan Dwi dan Rima bermain boneka sampai larut sehingga tidak sempat mempelajari materi. Keesokan harinnya mereka berangkat bersama dan sesampai di kelas ternyata memang ada tes dadakan. Dwi dan Rima merasa kesulitan dalam mengerjakan soal dan akhirnya nilainya jelek sehingga harus mengulang tes susulan.Lain halnya dengan Tika. Dia mendapat nilai terbaik di kelas karena dia sudah belajar dengan rajin sesuai nasehat gurunya. Ibu guru meminta agar Dwi dan Rima belajar dengan temannya, Tika.“Wah, Tik, selamat ya, nilaimu 10. Besok kita ikut belajar denganmu ya.” ucap Rima pada Tika.*soal*1.Tentukan unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik teks cerpen diatas.
Jawaban:
UNSUR INTRINSIK:
1.Tokoh:Tika, Dwi, Rima, Ibu guru
2.Latar
-Latar tempat:Sekolah,kelas,rumah
-Latar waktu:Pagi,malam
3.Tema:Rajin Belajar
4.Kesimpulan:Apabila kita rajin belajar maka kita akan mendapatkan nilai yang baik/memuaskan.
INI UNSUR INTRINSIK AJA YA.....
SEMOGAMEMBANTU:)
12. Raden Adjeng Kartini adalah pahlawan nasional Indonesia yang lahir di Jepara, Hindia Belanda, pada tanggal 21 April 1879 dan meninggal di Rembang, Hindia Belanda, pada tanggal 17 September 1904 pada usia yang masih muda yaitu 25 tahun. Nama lainnya biasa disebut dengan Raden Ayu Kartini. Tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia yang berasal dari tanah Jawa ini dikenal sebagai pelopor kebangkitan wanita pribumi atau disebut dengan feminisme. Raden Ajeng Kartini merupakan seorang wanita yang berasal dari kelas bangsawan Jawa. Nama ayah Kartini adalah Ario Sosroningrat. Saat itu, Ario Sosroningrat adalah seorang patih yang diangkat menjadi bupati Jepara segera ketika Kartini lahir. Ibunda dari Kartini adalah putri dari istri pertama sang bangsawan, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, anak dari Kyai Haji Madirono dan Nyai Haji Siti Aminah. Keduanya adalah tokoh agama di Telukawur, Jepara. Silsilah Kartini bisa ditelusuri hingga Hamengkubuwono VI. Lebih dari itu, Garis kebangsawanan Bupati Sosroningrat dapat dilacak kembali ke para bangsawan dari istana Kerajaan Majapahit. Sejak Pangeran Dangirin menjabat sebagai bupati di Surabaya pada abad ke-18, leluhur Sosroningrat menjabat banyak posisi berpengaruh di Pangreh Praja.Ayah Kartini dulunya adalah seorang wedana di Mayong. Peraturan Hindia Belanda waktu itu mewajibkan seorang bupati agar beristrikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah tidak memiliki garis bangsawan tinggi, maka ayah Kartini menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan yang merupakam keturunan langsung dari Raja Madura. Setelah pernikahan itu, maka ayah Kartini berhasil menjadi bupati di Jepara. Menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan yang bernama R.A.A. Tjitrowikromo.Kartini adalah anak kelima dari sebelas bersaudara kandung dan tiri. Dari semua saudara sekandung, Kartini merupakan kakak perempuan tertua. Kakek dari Kartini yang bernama Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat menjadi bupati ketika usia 25 tahun dan terkenal pada pertengahan abad ke-19 sebagai salah satu bupati yang memberi pendidikan khas Barat kepada anak-anaknya. Kakak Kartini yang bernama Sosrokartono adalah seorang yang pandai dalam berbahasa. Sampai usia dua belas tahun, Kartini mengenyam pendidikan di ELS (Europese Lagere School). Salah satu pelajaran yang dipelajari oleh Kartini adalah bahasa Belanda. Tetapi setelah usia dua belas tahun, Kartini dilarang meninggalkan rumah karena sudah bisa dipingit.Karena Kartini fasih dalam Bahasa Belanda, maka di hari-hari pingitnya, ia mulai belajar sendiri dan mengirim surat kepada teman-teman korespondensinya yang berasal dari Belanda. Salah satu sahabatnya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Dari koran, buku-buku dan majalah Eropa, Kartini mulai tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa atau feminisme modern. Timbul cita-citanya untuk memajukan pemikiran perempuan pribumi, karena menurutnya, perempuan pribumi di era Hindia Belanda berada pada status sosial yang cukup rendah.Pada tahun 1903 saat Kartini berusia sekitar 24 tahun, impian untuk meneruskan studi menjadi guru di tanah Betawi pun sudah sirna. Dalam sebuah surat kepada Nyonya Abendanon, Kartini berkata bahwa dirinya tidak berniat lagi untuk meneruskan studi karena ia sudah akan menikah. Padahal waktu itu pihak departemen pendidikan di Belanda sudah membuka peluang untuk Kartini dan Rukmini agar bisa belajar di Betawi. Saat menjelang hari pernikahannya, penilaian Kartini terhadap nilai-nilai di adat Jawa mulai melunak dan menjadi lebih toleran. Ia berpendapat bahwa pernikahan akan memberikan berkah tersendiri agar bisa mewujudkan impian untuk mendirikan sekolah bagi para perempuan pribumi di era Hindia Belanda. Dalam suratnya, Kartini menceritakan bahwa suaminya tidak hanya mendukung keinginannya untuk memajukan ukiran khas Jepara dan sekolah bagi perempuan pribumi saja, tetapi juga menceritakan agar Kartini bisa menulis sebuah buku yang menarik.1. siapakah tokoh yang dibahas dalam biografi tersebut?2. permasalahan apa yang dihadapi tokoh tersebut?3. bagaimana cara tokoh tersebut memecahkan permasalahan hingga mencapai keberhasilan?4. hal apakah yang menarik dari tokoh tersebut?5. hal apakah yang dapat diteladani dari tokoh tersebut?6. mengapa teks tersebut disebut biografi?7. dilihat dari isinya, apa yang membedakan teks tersebut dengan teks cerita ulang lainnya (cerpen dan cerita rakyat)?#bantu jawab yaa plis!!
Jawaban:
1. R.A Kartini
2. Budaya patriarki yang di mana ia merasa keinginannya untuk maju dalam hal pendidikan dihalangi oleh pandangan masyarakat yang dianut turun temurun
3. Dengan mendirikan sekolah bagi para perempuan pribumi di era Hindia Belanda.
4. R. A Kartini merupakan seorang yang cerdas, tak hanya bagi ia sendiri, juga peduli dengan perempuan-perempuan pribumi untuk mendapatkan hak-hak mereka
5. Semangat dalam meraih perjuangan yang kita inginkan
6. Karena teks tersebut berisi tentang riwayat salah satu tokoh ternama
7. Teks Biografi berisi riwayat seorang tokoh ternama dengan lengkap, sementara teks cerita ulang hanya menceritakan salah satu peristiwa saja
Penjelasan:
semoga membantu :)
13. Anak SekolahRajin BelajarHari Senin yang cerah. Setelah anak-anak upacara bendera, mereka menuju kelasnya masing masing untuk mendapat mata pelajaran dari guru. Hari ini ada mata pelajaran matematika, Bahasa indonesia, Bahasa Jawa, dan PPKN.Mata pelajaran pertama adalah matematika. Ibu guru menyuruh untuk mengerjakan halaman 5 sampai 6. Suasana kelas nampak hening ketika para siswa sedang mengerjakan soal. Kemudian setelah selesai, bu guru berpesan untuk mempelajari materi perkalian dan pembagian dengan soal cerita karena sewaktu-waktu bisa diadakan tes dadakan.Setelah selesai mendapat pelajaran di sekolah, para siswa pulang. Tika, Dwi, dan Rima pulang bersama jalan kaki karena jarak rumah mereka yang tak jauh dari sekolahan.“Habis makan siang nanti kita bermain yuk. Di rumahku ada boneka baru yang dibelikan ibuku dari Bandung.” Pinta Rima pada kedua sahabatnya.“Asyik.” Ucap Dwi dengan penuh kegembiraan.“Gimana, Tik, kamu bisa ikut tidak?”“Aku tidak ikut saja. Mau belajar di rumah karena tadi kan ibu guru berpesan untuk belajar karena siap-siap jika ada tes dadakan.” Sanjang Tika dengan polosnya.Sesampai di rumah masing-masing, Tika langsung ganti baju, makan siang, solat, kemudian istirahat siang sehingga malamnya dia bisa belajar dengan tenang dan konsentrasi. Sesekali dia bertanya kepada kakaknya jika kurang paham dengan materi di buku.Sedangkan Dwi dan Rima bermain boneka sampai larut sehingga tidak sempat mempelajari materi. Keesokan harinnya mereka berangkat bersama dan sesampai di kelas ternyata memang ada tes dadakan. Dwi dan Rima merasa kesulitan dalam mengerjakan soal dan akhirnya nilainya jelek sehingga harus mengulang tes susulan.Lain halnya dengan Tika. Dia mendapat nilai terbaik di kelas karena dia sudah belajar dengan rajin sesuai nasehat gurunya. Ibu guru meminta agar Dwi dan Rima belajar dengan temannya, Tika.“Wah, Tik, selamat ya, nilaimu 10. Besok kita ikut belajar denganmu ya.” ucap Rima pada Tika.SoalJudul yang cocok untuk cerpen diatas
Jawaban:
0 komentar:
Posting Komentar